Menu

Trik Rumus VLOOKUP dengan Dua Kondisi Atau Lebih


Rumus Vlookup dua kondisi atau lebih digunakan jika membutuhkan lebih dari satu kriteria data. Penggunaan rumus Vlookup dalam Microsoft Excel memang memiliki banyak manfaat. Terutama bagi Anda yang bekerja setiap hari menggunakan Microsoft Excel. Karena rumus-rumus dalam Excel dibuat untuk membantu pengguna dalam mendapatkan data yang diinginkan dengan mudah. Termasuk rumus atau fungsi VLOOKUP yang menjadi bagian dari rumus LOOKUP di Excel.

 Trik Rumus VLOOKUP dengan Dua Kondisi Atau Lebih

Trik Rumus VLOOKUP dengan Dua Kondisi Atau Lebih

Anda bisa meggunakan VLOOKUP ketika menemukan berbagai hal di tabel/ rentang menurut baris (vertical). Misalnya ketika Anda akan mencari harga spare part dengan nomor komponennya. Atau bisa juga ketika seseorang ingin menjari daftar nama temannya berdasarkan ID Absennya. Salah satu trik rahasia dalam rumus ini yaitu mengatur data Anda, sehingga nilai yang dicari berada di sebelah kiri nilai yang dikembalikan atau yang ingin ditemukan.

Berbicara tentang Vlookup, kita juga mengenal Vlookup dengan dua kondisi atau lebih. Bagi yang barus saja menemukan kondisi seperti ini, mungkin akan dibuat bingung harus menuliskan seperti apa format rumusnya. Tapi tidak perlu khawatir, karena berikut ini Kami akan memberikan pembahasannya secara lengkap.

VLOOKUP dengan Dua Kondisi

Fungsi dari VLOOKUP sederhananya digunakan untuk menampilkan atau mengambil suatu parameter dari data list maupun data parameter yang terdapat di data tersebut. Salah satu kondisi perlunya penggunaan rumus VLOOKUP, yaitu ketika ingin mengetahui harga suatu barang dari berbagai jenis barang.

Lalu bagaimana jika suatu barang memiliki beberapa tipe atau jenis dengan harga yang berbeda juga untuk setiap tipenya? Inilah yang disebut dengan penggunaan VLOOKUP dengan dua kondisi atau lebih. Dengan menggunakan rumus tersebut, Anda bisa mengetahui daftar harga dari produk dengan lebih mudah.

Contoh Pembahasan rumus VLOOKUP dengan Dua Kondisi

Misalnya sebagai contoh ketika suatu dealer motor menjual dua model atau varian motor kepada konsumen, yaitu dengan model Standard dan model Disk Break dimana harga Disk Break lebih mahal dari yang Standard.

Disini konsumen juga bisa menggunakan dua sistem pembayaran, yaitu secara tunai atau secara kredit melalui beberapa tipe angsuran. Sebagian besar konsumen banyak yang memilih sistem kredit, namun tak jarang jug ada yang bertanya berapa harga tunai dari motor tersebut. Sehingga Anda harus menampilkan harga tunai untuk setiap model motor Standard maupun Disk Break.

Nah, pada kondisi seperti ini, terdapat dua kondisi formula VLOOKUP yang akan digunakan agar bisa mengetahui harga kedua model sepeda motor, yaitu:

  • Jika motor memiliki model Standard, maka harganya: =VLOOKUP(C3,harga,2,0)
  • Jika motor memiliki model Disk Break, maka harganya: =VLOOKUP(C3,harga,3,0)
  • Jika motor memiliki model yang lain, maka harganya: VLOOKUP(C3,harga,kolom_harga,0), dst.

Untuk menggabungkan rumus Vlookup yang mempunyai dua kondisi atau lebih, maka bisa menggunakan formula ID bersarang (Nested IF). Untuk VLOOKUP dua kondisi pada kolom F3, maka rumusnya sebagai berikut:

=IF(D3=”Standard”,VLOOKUP(C3,harga,2,0),IF(D3=”Disk Break”,VLOOKUP(C3,harga,3,0),”Model Tidak Diketahui”))

Untuk melakukan validasi bahwa Anda memasukkan model motor selain yang standard dan disk break, maka bisa menambahkan keterangan “Model Tak Diketahui” atau “Model Tidak Ditemukan” pada akhir formula. VLOOKUP 2 kondisi juga dapat digunakan untuk lebih dari dua kondisi dengan menambahkan fungsi IF sebanyak kondisi maupun tipe model yang ada hingga maksimum.

Nah demikian itulah penjelasan cara menggunakan VLOOKUP dua kondisi atau lebih. Untuk datanya bisa disesuaikan dengan kondisi data Anda atau yang ingin diketahui. Jangan sampai salah menuliskan rumus VLOOKUP dua kondisi atau lebih agar hasilnya tidak eror.

 

 

 

 

 

 

 

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *